har-darmawan-taman-matahari

Hari Darmawan, seorang pengusaha yang dikenal sebagai pendiri Matahari Departemen Store dan Taman Wisata Matahari. Kepergiannya yang mendadak dan tak terduga, menjadi bahan pemberitaan dan perbincangan di mana-mana. Banyak yang kemudian mengenang banyak kebaikan dari beliau, banyak pula yang melakukan sebaliknya.

Hari Darmawan, sosok yang lahir sekitar 77 tahun lalu ini memang termasuk sosok pengusaha sukses yang mempunyai daya tarik tersendiri untuk diperbincangkan.

Ada beberapa hal yang mungkin sudah diketahui orang lain dan belum. Dalam artikel ini ada 3 fakta tentang Hari Darmawan yang bisa diteladani. Yuk disimak!

Sosok yang Mencintai Keluarganya

Hari Darmwan menikah sejak usia muda. Bersama istrinya pula beliau membangun usaha dari nol, ketika membeli toko ayah mertua di Pasar Baru dan Hari Darmawan bukan sosok yang seperti kacang lupa pada kulitnya.
Beliau sangat menghargai istrinya untuk semua yang telah diberikan dalam mendampingi hidup dan bisnisnya. Istilah kerennya itu, dibalik kesuksesan suami terdapat perempuan yang hebat.

Bukti kecintaan istrinya adalah ketika setelah mendampingi hidupnya selama hampir 30 tahun, istri tercinta sakit tahun 1997. Dan ini menjadi salah satu alasan sampai akhirnya Hari menjual sebagian besar saham Matahari kepada Lippo, selain karena alasan banyak kemunduran ketika terjadi krisis ekonomi. Beliau ingin fokus mendampingi istri tercinta berobat di Singapura. Jika bisnis masih dipegang sepenuhnya, maka fokusnya akan terbagi.

Sosok yang Dekat dengan Karyawannya

Sebagai seorang pengusaha sukses, tentu saja Hari Darmawan membawahi ratusan bahkan ribuan karyawan. Kantor berita Antara menyebutkan selain bisnis retail Hari-Hari yang didirikan setelah Matahari sebagian besar sahamnya dialihkan pada Lippo dan Taman Wisata Matahari, Hari sibuk mengurus beberapa bisnis lainnya di Bogor.

Namun, bagi karyawan, Hari tidak pernah memberi jarak dan batasan antara dirinya dan karyawan. Jika sedang lewat, beliau menyempatkan diri menyapa karyawannya.

“Beliau adalah pelatih bagi kami,” begitu menurut Senior Marketing dan Kreatif Manager Taman Wisata Matahari, Ilham Fadjriansyah kepada liputan6.com.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Hari Darmawan selalu membimbing sendiri para karyawannya. Beliau tidak segan turun ke bawah untuk mengajarkan banyak hal. Bahkan menurut Kadek Suwardana, Store manager Duta Plaza Matahari Denpasar Bali, yang dilansir berbagai media online, Hari Darmawan tidak pernah menganggap karyawannya pegawai semata.

Karyawan sudah seperti keluarga beliau sendiri. Dengan cara demikian, Hari Darmawan dicintai karyawannya. Beliau berhasil mengkritik dan memotivasi karyawan agar terus bisa memajukan perusahaan.

Sosok Dermawan Bagi Masyarakat Sekitar

Beberapa tahun setelah membeli tanah di daerah Cisarua Bogor, kehidupan Hari Darmawan sedikit berubah. Awalnya beliau menjadi sosok yang dikenal sangat dermawan di daerah sekitar tanah tersebut setelah membangun sebuah rumah di sana dan menganggapnya sebagai tempat peristirahatan di saat-saat tertentu.

Ketika banyak melihat dan berinteraksi dengan kehidupan masyarakat Cisarua, Hari Darmawan berubah dari pengusaha yang hanya bertujuan pada keuntungan semata menjadi pengusaha sosial. Hal ini diwujudkan dengan membangun Taman Wisata Matahari.

Sejak awal pembangunan, hingga sekarang, setelah tempat wisata ini banyak dikunjungi masyarakat sekitar, Hari Darmawan melibatkan penduduk sekitar. Karena memang visi dan misi dibangunnya tempat wisata ini adalah memberdayakan dan membangun perekonomian masyarakat di sekitar kawasan Taman Wisat Matahari.

Bahkan untuk itu, Hari sering tinggal di sebuah rumah kecil sederhana yang berada di areal Taman Wisata Matahari. Beliau beranggapan, rumah tersebut adalah rumah sebenarnya dengan udara yang bersih. Di rumah tersebut, beliau dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sambil mengawasi Taman Wisata Matahari.

Demikianlah 3 fakta tentang kehidupan Hari Darmawan sang pendiri Taman Wisata Matahari. Sosok yang mencintai keluarga, dicintai karyawan dan masyarakat di sekitarnya. Semoga dapat diambil hikmahnya. Terima kasih.