Perjalanan Bisnis Hari Darmawan

Perjalanan Bisnis Hari Darmawan, dari awal karier hingga akhir hayatnya. Hari Darmawan, seorang pengusaha sukses di bidang retail yang melegenda, kini telah tiada.  Banyak hal yang beliau tinggalkan.  Beberapa kontroversi tentang kematian beliau juga masih menyisakan tanya.

hari-darmawan-pendiri-taman-wisata-matahari

Namun, ada baiknya kita meninggalkan semua hal tersebut.  Karena setiap orang atau setiap tokoh pasti mempunyai kekurangan.  Bagi orang yang arif dan bijak, kelebihan dan teladan yang harusnya dikenang.  Karena kelebihan dan teladan yang bisa menjadi cermin untuk meraih prestasi lebih baik.

Sementara hal-hal negatif belum tentu kebenarannya.  Hal yang baik mesti sesuatu yang benar adanya.  Apalagi dari seorang tokoh seperti Hari Darmawan.

Artikel kali ini akan membahas perjalanan bisnis Hari Darmawan dari tahun ke tahun sampai sesaat sebelum beliau meninggal.  Sebuah perjalanan yang tidak mudah.

Sebuah perjalanan yang mengantar beliau ke tangga ksesuksesan.  Perjalanan yang wajib kita ketahui, sebagai generasi saat ini dan selanjutnya agar dapat dijadikan teladan.

Perjalanan Bisnis Hari Darmawan

Tahun 1940

Hari Darmawan lahir tahun 1940, sekitar 5 tahun sebelum Indonesia merdeka.  Beliau lahir di Makasar, dari seorang ayah yang merupakan pengusaha pertanian lokal, bernaman Tan A Siong.  Hari sendiri mempunyai nama asli Tan Tjan Hok.  Lahir dari keluarga besar dengan 12 saudara.

Ketika Hari mulai beranjak besar, usaha ayahnya bangkrut dan beliau beserta seluruh keluarganya berusaha bangkit memulai usaha dari nol.  Saat itu usia hari sekitar 5 tahun.  Dari sini Hari belajar kerja keras dan ketekunan.

Tahun 1958

Lulus SMA, beliau memutuskan datang ke kota Jakarta, tepatnya ke wilayah Pasar Baru.  Sebuah pertokoan terkenal di bilangan Jakarta.  Hari bekerja sebagai karyawan di sebuah toko, hingga akhirnya menemukan pasangan yang kemudian menjadi isterinya, Anna Janti.  Salah seorang pemilik toko di wilayah Pasar Baru.

Melihat ketekunan Hari Darmawan, mertua beliau atau ayah dari  Anna Janti kemudian menjual toko yang diilikinya kepada Hari, dengan harga 1 juta.  Beliau menerima tawaran mertuanya dan membeli toko seluas 500 meter persegi dengan mencicil tiga kali.

Hari dibantu isterinya membangun toko tersebut dengan tangan mereka sendiri.  Toko yang bernama Mickey Mouse berkembang pesat semenjak dikelola oleh Hari Darmawan.  Mereka menjual baju impor dan baju buatan Anna Janti.

Tahun 1968

Tahun 1968, Toko Mickey Mouse Hari Darmawan sudah berkembang pesat.  Untuk meluaskan usahanya, Hari membeli toko serba ada De Zon, yang juga berlokasi di Pasar Baru.  De Zon yang dalam Bahasa Belanda berarti Matahari, setelah dibeli oleh Hari diubah namanya menjadi Matahari dalam Bahasa Indonesia.  Dapat dikatakan toko dua lantai ini yang menjadi gerai pertama Toko Matahari.  Toko Matahari adalah toko dengan konsep toko serba ada.

Tahun 1972

Toko Matahari terus berkembang sangat cepat.  Hari Darmawan menjadi tokoh yang memperkenalkan toko dengan konsep departement store di Indonesia.  Saat itu, Matahari menjadi departement store yang pertama ada.

Tahun 1980

Hari Darmawan terus memp[erluas wilayah usahanya.  Beberapa gerai Matahari didirikan di beberapa kota di Indonesia.  Salah satunya adalah dengan dibukanya Toko Sinar Matahari di Bogor.

Tahun 1991

Bisnis Hari Darmawan dalam puncak kejayaannya, terhitung sejal mulai berdiri, 30 tahun kemudian.  Hari membuka toko retail dengan sebutan Super Bazar.

Tahun 1992

Perekonomian Indonesia tahun 1992 masih dalam kondisi stabil.  pasar saham di Jakarta mulai ramai.  Tahun 1992 Hari Darmawan meramaikan pasar saham dengan mulai go publik.  Hari mulai menjual sahamnya di bursa saham dengan nama PT Putra Matahari Tbk.

Untuk mengatasi para pesaing yang mulai bermunculan dengan konsep yang sama, beliau juga membuka Mega Matahari.

Tahun 1994

Hari bekerjasama dengan Timezone sebagai area bermain anak di Gerai Matahari.  Kerja sama ini cukup menaikkan omzet Matahari.  Hari memberi fasilitas kepada orang tua yang berbelanja dengan memberi tempat hiburan bagi anak-anaknya.

Tahun 1996

Tahun 1996, Anna Janti sakit.  Dengan alasan akan berfokus kepada isterinya yang sakit dan merawatnya berobat ke Singapura, Hari Darmawan menjual sebagian sahamnya kepada Lippo Grup yang dikendalikan James Riady.  Kondisi yang sangat tepat.

Ada kemungkinan beliau sudah membaca ke arah mana perekonomian Indonesia sedang bergerak.  Saat kerusuhan bulan Mei tahun 1998 pecah, banyak toko retail yang ikut terkena dampaknya dan mengalami kebangkrutan.  Karena Hari sudah menjual sebagian sahamnya, perusahaan beliau cukup selamat dari badai ekonomi.

Tahun 2000

Hari Darmawan masih menjadi pimpinan dari Matahari sampai tahun 2001.  Setahun sebelum masa beliau menjaid pimpinan usai, Super Bazar diubah namanya menjadi Matahari Supermarket.

Selanjutnya, Lippo memegang langsung kepemimpinan Matahari.  Di bawah Lippo Matahari mempunyai lini besar usaha, yaitu Matahari Departemen Store dan Matahari Supermarket.

Sementara itu, beliau sendiri sempat membuka atau meulai kembali usaha di bidang retail, seperti membuka toko Hari-Hari, namun belum seberhasil Matahari.

Tahun 2007

Di luar dugaan, tahun 2007 Hari Darmawan membuka Taman Wisata Matahari dengan konsep Education dan Recreation Park.  Taman wisata yang didedikasikan untuk masyarakat Cisarua Bogor ini menjadikan hari pengusaha sosial.

Beliau membangun dengan konsep alam tanpa merusak habitat asli wilayah Cilember, Cisarua.  Selain itu, beliau juga membesarkan Taman Wisata Matahari dengan melibatkan banyak penduduk sekitar.  Sampai saat ini, Taman Wisata Matahari menjadi tempat wisata dengan biaya yang sangat terjangkau.

Simak juga:

Demikian kisah Hari Darmawan dari tahun-ke tahun perjalanan bisnisnya.  Mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi kita semua.

Selamat jalan bapak Hari Darmawan